Masdhonabrambang.com

Mengembalikan pH Tanah Setelah Hujan dengan Kapur Pertanian

Simak Yuk Artikel Kami !!

 

About Us

Musim Hujan Telah Tiba

Our History

Belakangan ini intensitas curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia sedang tinggi. Intensitas curah hujan yang tinggi menyebabkan unsur hara di dalam tanah tercuci, kemudian menyebabkan tanah menjadi lebih masam. Hal tersebut disebabkan oleh tingginya kadar Al (alumunium), Cu (tembaga), dan Fe (besi). Kondisi pH tanah tersebut tentunya tidak baik untuk tanaman dan harus diperbaiki dengan kapur pertanian. Kapur pertanian sudah terkenal berfungsi untuk menambah tingkat pH tanah dari tanah yang masam menjadi netral. Kadar pH menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan dalam budidaya. Oleh karena itu, Anda perlu memerhatikan kadar pH tanah yang digunakan secara berkala.

Pada umumnya manfaat kapur pertanian adalah untuk menaikkan pH tanah, menambah unsur Ca dan Mg, menambah ketersediaan unsur P dan Mo, mengurangi risko keracunan Fe, Mn, dan Al, memperbaiki struktur dan tekstur tanah, serta memperbaiki sifat biologis tanah.

 

Sebelum memberikan kapur, Anda perlu menghitung pH tanah terlebih dahulu, kemudian cari selisih dengan pH tanah yang netral. Dengan mengetahui selisih tersebut, Anda bisa lebih mudah menentukan berapa banyak kapur yang akan digunakan.

Untuk selisih 1 poin pH, Anda memerlukan 2 ton kapur pertanian per hektare. Setelah itu, Anda tinggal menghitung jumlah kapur pertanian yang dibutuhkan dengan panduan kebutuhan standar kapur pertanian untuk satu hektare lahan. Namun, pemberian kapur pertanian tidak boleh dilakukan secara berlebihan karena akan menyebabkan dampak buruk terhadap tanaman. Dampak yang dapat ditimbulkan antara lain kekurangan besi, mangan, seng, dan tembaga. Seluruh senyawa tersebut dibutuhkan oleh tanah untuk proses fisiologis.

Jika pengapuran yang dilakukan berlebihan, seluruh senyawa tersebut akan terikat erat atau bersenyawa sehingga tanaman tidak bisa lagi menyerap kandungan tersebut. Tentu saja kondisi tersebut malah akan menghambat pertumbuhan tanaman.

Pengapuran secara berlebihan juga menyebabkan kadar fosfat (P) di dalam tanah berkurang karena terbentuknya komplek kalsium fosfat yang tidak larut. Kondisi tersebut menyebabkan penyerapan kadar fosfat (P) oleh tanaman menjadi lebih sulit.

 

"Belajarlah dari hujan, meski terjatuh berulang kali namun ia tidak pernah berhenti memberikan ketentraman dan kesuburan pada bumi walau kita tahu terjatuh itu sangat sakit."

Berikut Cara Mengembalikan Ph Tanah

Mengembalikan pH tanah dapat dilakukan dengan menggunakan kapur pertanian. Kapur pertanian, atau dolomit, biasanya digunakan untuk menetralkan tanah yang bersifat asam dan meningkatkan kandungan kalsium dan magnesium. Berikut langkah-langkah umum untuk mengembalikan pH tanah menggunakan kapur pertanian:

 

01

Uji pH Tanah:

Sebelum menambahkan kapur pertanian, lakukan uji pH tanah untuk mengetahui seberapa asam tanah Anda. Tes pH tanah dapat dibeli di toko pertanian atau pusat kebun.

 

02

Hitung Dosis Kapur:

Berdasarkan hasil uji pH, hitung dosis kapur yang diperlukan. Dosis yang tepat akan tergantung pada tingkat keasaman tanah dan jenis kapur yang digunakan.

 

03

Pilih Jenis Kapur:

Ada dua jenis kapur pertanian yang umum digunakan: kapur kalsit dan kapur dolomit. Kapur dolomit mengandung kalsium dan magnesium, sementara kapur kalsit hanya mengandung kalsium. Pilih kapur sesuai dengan kebutuhan tanah Anda.

 

04

Sebar Kapur:

Sebar kapur secara merata di atas permukaan tanah. Gunakan alat seperti penyemprot atau sebaran tangan untuk mendistribusikan kapur secara merata.

04

Peratakan Tanah:

Setelah kapur ditambahkan, peratakan tanah untuk memastikan kapur meresap ke dalam tanah.

 

04

Airi Tanah:

Setelah aplikasi kapur, airi tanah secara menyeluruh. Ini membantu kapur larut dan meresap ke dalam tanah dengan lebih baik.

 

04

Ulangi Uji pH:

Beberapa bulan setelah aplikasi kapur, ulangi uji pH tanah untuk memastikan bahwa pH tanah telah meningkat sesuai dengan yang diinginkan.

 

04

Tindak Lanjut:

Jika diperlukan, ulangi proses ini secara berkala untuk menjaga pH tanah tetap dalam kisaran yang diinginkan.

 

Pastikan untuk mengikuti petunjuk pada kemasan kapur pertanian yang Anda gunakan, karena dosis dan petunjuk aplikasi mungkin bervariasi tergantung pada merek dan jenis kapur yang digunakan. Juga, perlu diingat bahwa perubahan pH tanah membutuhkan waktu, jadi bersabarlah dan lakukan pemantauan secara teratur.

Scroll to Top
× Konsultasi Dengan Kami